Rasanya nggak mudah buat nyari teladan di dunia yang nggak sempurna ini. Atau mungkin, emang nggak perlu?.. soalnya pasti ada kekurangan dari siapapun orang yang kita anggep ‘pantes’ buat jadi teladan. Mau presiden, penulis, penyair, bahkan ustadz sekalipun.
Ustadz??... kayaknya belum lama pas ‘AA ...’
nikah lagi, banyak umat yang sebelumnya menjadikannya teladan terus
nggak mau dateng ngaji lagi. Kita jadi umat ya aneh, maunya niru terus.
Nggak mau nyoba buat ngembangin penalaran dan kreativitas diri sendiri.
Menurutku ada dua pilihan, yang pertama jangan meneladani tokohnya alias orangnya. Yang kita teladani, pemikiran dan tindakannya yang baik-baik saja dan yang berguna buat mendewasakan hidup kita.
Yang kedua, harus menyeluruh ya baiknya, ya buruknya, satu paket sebagai manusia.
Jadi kita bisa lebih menerima soalnya toh setiap manusia punya
kelemahan dan kekuatannya masing-masing. Jadi, silahkan mengambil
teladan dari siapapun yang pantas diteladani, tetap open mind dan selalu sabar jika ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar